Cara Mengatasi Ruam Popok Pada Bayi

Hai bunda, apakah bayi bunda beri diapers atau popok kain setiap harinya?, tentu ini menjadi perhatian khusus bagi bunda untuk mengatasi ruam popok pada bayi yang mengakibatkan ketidaknyamanan untuknya.

Baik itu popok kain maupun diapers sekali pakai, tentu bunda pernah mengalami hal ini. Ruam popok tumbuh ditempat yang hangat dan lembab.

 Cara Mengatasi Ruam Popok Pada Bayi

Bayi dengan umur dibawah 1tahun memiliki kulit yang lebih sensitif dibandingkan usia toodler atau diatas satu tahun. Mereka akan lebih sering mnegalami ruam popok.

Ruam ini merasa nyaman di popok bayi, dapat berupa bercak merah di pantat bayi ataupun berupa sisik merah di aera genital bayi.

Menurut DR.dr. Fitri Hartanto, Sp.A(K) ruam popok merupakan kulit yang meradang (dermatitis) disertai warna merah cerah di pantat atau sekitar anus bayi, terkadang hingga menyebabkan lecet.

Ruam popok sering terjadi akibat popok yang basah, popok yang jarang diganti, dan sensitivitas kulit hingga alergi pada kulit.

Namun yang terjadi adalah ruam popok akibat keasaman tinja bayi yang tinggi. Sebagai akibat masih belum sempurnanya enzym lactase untuk mencerna laktosa. Bisa juga karena berkurangnya enzym lactase sementara yang dikarenakan kuman/virus penyebab diare.

Ada hal penting yang diperhatikan sebagai akibat timbulnya ruam popok yaitu :

  1. iritasi oleh tinja dan urin
  2. makanan atau produk baru
  3. kulit yang sensitive
  4. popok yang terlalu ketat.

Mengatasi Ruam Popok

Perawatan yang dapat dilakukan untuk ruam popok pada bayi, ada beberapa langkah dan cara yang bisa bunda berikan, untuk mengurangi rasa sakit pada bayi akibat ruam tersebut.

Berikut saya rangkum dari healthline.com beberapa hal penting yang dapat bunda lakukan untuk mengatasi ruam popok pada bayi antara lain :

Jaga agar tetap bersih dan kering

Cara paling penting untuk mencegah dan mengobati ruam adalah menjaganya agar tetap dalam keadaan kering dan bersih. Serta memastikan popok yang dipakai tidak terlalu ketat sehingga udara dapat keluar masuk dengan mudah.

Apabila ruam popok sudah terlanjur terjadi pada bayi kita, bunda tidak perlu memakaikan popok sesekali pada bayi bunda, taruh dia diatas handuk bersih dan kering. Selain memberikan waktu tanpa popok , ini dapat membantu mengeringkan ruam popok yang sudah terjadi.

Ketika bunda hendak mengganti popok bayi, pastikan area tersebut dibersihkan dengan lembut dan jangan menggosoknya terlalu keras. HIndari penggunaan tisu yang mengandung bahan alkohol.

Dan saat bunda memandikannya, bunda hanya perlu menepuk nepuk secara perlahan dan bukan menggosoknya hingga area ruam popok tersebut kering.

Ganti Popok Sesering Mungkin

Saat Bayi mengalami ruam popok, bunda perlu waspada saat hendak mengganti popoknya. Yang terbaik adalah mengganti popok bayi sesering mungkin, idealnya segera setelah popok tersebut kotor.

Apabila bunda menggunakan popok kain yang dapat dicuci, bilas popok tersebut berulangjkali hingga kandungan detergent hilang, karena ada beberapa bayi yang sensitif terhadap detergent dan wewangian.

Pada saat ini bunda bisa memilih diapers sekali pakai untuk menjaga kulit bayi tetap kering. Namun dengan kunci untuk lebih sering menggantinya dengan yang baru.

Penggunaan Krim

Bunda bisa menggunakan krim anti ruam popok sebelum memakaikan popok pada bayi bunda. Oleskan secara tipis tpis pada kulit yang terkena ruam popok. Pilih jenis krim yang aman untuk bayi, sekarang banyak dijual dipasaran dengan berbagai merk ternama.

Penggunaan Bahan Kosmetik Bayi

Dalam hal mencegah dan mengurangi ruam popok, sebaiknya bunda mengurangi penggunaan kosmetik pada bayi. Hindari penggunaan kosmetik yang mengandung wangi terlalu tinggi serta pelembut pakaian, hal ini dapat mengurangi iritasi yang terjadi.

Hentikan penggunaan bedak bayi, selain dapat menyebabkan kelembaban yang terlalu tinggi sehingga ruam tidak cepat berlalu penggunaan bedak memang tidak diperkenankan karena dapat terhirup dan merusak paru parunya.

Periksakan Ke Dokter

Meskipun ruam popok dapat terlihat menyakitkan bagi bayi, hal tersebut kadang tidak terlalu mengganggu bayi. Namun bunda perlu memperhatikan saat ruam menjadi terinfeksi maka bunda perlu membawa bay ke dokter spesialis unutk ditangani lebih lanjut.

Apa saja yang menjadi perhatian bunda sebagai bentuk ruam yang terinfeksi, antara lain gejalanya adalah lecet di area popok, demam dan muncul kemerahan.

Gejala lain adalah pembengkakan area tersebut, nanah atau cairan yang keluar dari area popok, dan ruam yang tak kunjung hilang setelaha perawaatan diatas dilakukan.

Ruam popok juga bisa berkembang menjadi infeksi jamur. Bunda perlu mempelajari dasar dasar perawatan bayi baru lahir agar hal hal ini dapat dicegah sebelumnya.

Semoga artikel tentang bagaimana mengatasi ruam popok pada bayi ini dapat bermanfaat bagi bunda, sehingga bunda bisa terus memantau tumbuh kembang bayi dengan optimal.