Cara Mengatasi Sembelit Pada Bayi

Setiap orang tua pasti memperhatikan hal-hal kecil yang terjadi pada bayi kita, seperti penyebab dan cara mengatasi sembelit pada bayi. Bunda pasti merasa bingung apabila bayi mengalami hal tersebut.

BAB pada bayi akan berubah seiring dengan usianya, bisa berubah dari periode namun kita perlu mengenalinya pada bayi mpasi ataupun yang belum dengan penanganan yang berbeda.

Cara Mengatasi Sembelit Pada Bayi

Sembelit atau konstipasi menjadi penyebab kegelisahan di hati bunda, karena dianggap sebagai masalah medis yang serius untuk bayi.

Menurut Dr. Fitri Hartanto Sp.A(K) menyebutkan sekitar 40% anak anak dengan sembelit fungsional mengalami gejala selama setahun pertama kehidupannya. Untuk dapat membedakan sembelit fungsional atau tidak, perlu kita ketahui penyebabnya.

Bunda perlu mengenali tanda bahaya untuk menyingkirkan penyebab yang membuat bayi sulit BAB karena kelainan organic.

Seperti selalu muntah, berak berdarah, perut kembung, bayi yang setelah lahir tidak BAB selama 24 jam pertamanya, atau pertumbuhan yang tidak normal/ gagal tumbuh.

Penyebab berikutnya adalah komposisi asam lemak antara ASI dan susu formula, sedangkan bayi dengan riwayat atopic bisa menderita sembelit karena peradangan pada usus.

Penyebab Sembelit Pada Bayi

Bayi yang mengkonsumsi ASI ekslusif  kemungkinkan tidak akan buang air besar setiap hari. Namun ada beberapa bayi ASI yang buang air besar minimal 8 kali setiap hari tergantung dari jenis ASI yang dikonsumsi bayi.

Bayi ASI jarang mengalami sembelit, meski dia sudah tidak BAB dalam kurun waktu maksimal 14 hari masih di katakan normal, karena hampir semua nutrisi di serap oleh bayi, dan ini hal yang umum.

Di bandingkan dengan bayi ASI, bayi dengan susu formula lebih sering BAB hingga 3 sampai 4 kali sehari. Memahami tanda sembelit dapat membantu bunda mendeteksi dini sebelum menjadi masalah yang besar pada bayi.

Jumlah BAB pada anak setiap hari akan berfluktuasi, terutama saat bayi mulai makan makanan pendukung ASI atau bahasa kerennya Mpasi. Memperkenalkan makanan baru dapat menjadi penyebab sembelit jadi bunda perlu berhati hati.

Sembelit tidak hanya di tentukan pada frekuensi BAB pada bayi, namun dapat di lihat dari konsistensinya yaitu tekstur BAB itu sendiri, apakah tekstur fesef-nya lebih keras dari biasanya.

Jika  bayi bunda terlihat seperti mengejan saat BAB, ini mungkin pertanda sembelit. Bayi yang mengalami konstipasi, seringkali mengeluarkan kotoran yang sangat keras sehingga dedek akan merasa kesakitan.

Feses yang keras menjadi sulit di keluarkan, sehingga bayi akan mengejan dan berusaha mendorongnya untuk dapat di keluarkan. Banyak bayi akan menangis dan menjadi rewel, Bunda perlu memperhatikan hal ini.

Munculnya Darah

Jiak bunda menemukan garis garis merah cerah pada tinja bayi bunda, ini berarti bayi sedang berusaha keras untuk BAB. Mendorong dan mengejan serta mengeluarkan feses yang keras dapat menyebabkan robekan kecil di sekitar dinding anus, yang mengakibatkan darah di tinja.

Perut Kencang

Perut bayi yang kencang saat di sentuh bisa jadi tanda sembelit. Kembung dan tekanan akibat sembelit membuat perut bayi terasa kenyang dan kaku.

Sehingga bayi mungkin merasa kenyang dan menolak untuk makan. Dalam kondisi ini bunda perlu mengetahui bahwa jika bunda memberikannya makan, bayi merasa tidak nyaman.

Tips Mengatasi Sembelit Pada Bayi

Jika bunda melihat tanda-tanda sembelit pada bayi seperti yang sudah saya sebutkan di atas, bunda dapat mencoba beberapa tips yang saya kutip dari healthline berikut :

Ganti Susu

Jika bayi bunda menggunakan susu formula, mungkin bayi anda tidak cocok dengan susu tersebut, bunda dapat menggantinya dengan merk atau jenis susu lain yang cocok dengan bayi.

Namun ini tidak bisa di lakukan secara instan dan coba konsultasikan dengan DSA bayi bunda agar segera mendapatkan jenis susu yang tepat.

Bagi bunda yang memberikan ASI kepada bayi, perhatikan pula makanan dan minuman yang bunda konsumsi. Meskipun ini jarang terjadi namun perlu di ketahui bahwa apa yang di konsumsi Ibu akan di produksi tubuh untuk menjadi ASI untuk si kecil

Berikan Makanan Yang Berserat

Apabila bayi sudah mulai Mpasi, bunda bisa memberikan makanan yang berserat tinggi untuk si kecil seperti brokoli, buah pir, buah plum, buah apel, dsb.

Bunda juga dapat memberikan roti gandum utuh dan sereal juga dapat menambah banyak kotoran ketinja sehingga dapat membantu menghilangkan sembelit pada bayi.

Ingatlah selalu bunda bahwa buah dan sayuran memiliki banyak serat alami yang dapat merangsang pergerakan usus dan tentunya baik untuk tubuh.

Pijat

Stimulasi pijat sangat membantu mengatasi sembelit pada bayi baru lahir hingga dewasa. Seperti yang saya alami ketika bayi saya mengalami sembelit di usia 3 bulan, saya menerapkan stimulasi pijat ILU dan ini berhasil.

Pijat perut bagian bawah dengan lembut sehingga dapat merangsang usus untuk BAB. Ini dapat di lakukan sehari bisa dua kali pagi dan sore hari, di ulang setiap hari sampai bayi BAB.

Jika bunda sudah menerapkan teknik di atas namun tidak kunjung berhasil. Bunda dapat menghubungi DSA kepercayaan bunda. Dalam hampir semua kasus, sembelit pada bayi akan sembuh dengan sendirinya dengan menerapkan satu atau beberapa tips di atas.

Namun jika sembelit ini di barengi gejala lain seperti demam jangan ragu untuk segera menghubungi DSA. Menerapkan dasar dasar perawatan bayi baru lahir juga perlu di perhatikan untuk memantau tumbuh kembang bayi bunda. Jadi jangan panic ya bunda, selalu cari penyebab dan cara mengatasi sembelit pada bayi.