VR Membawa Visi Baru Untuk kesehatan

WebMD -  Virtual reality atau Realitas Virtual adalah teknologi komputer yang menggunakan headset, yang memungkinkan pengguna untuk melihat, mendengar, dan berinteraksi dengan simulasi 360 derajat.

Virtual Reality merupakan salah satu perkembangan teknologi yang paling signifikan dalam beberapa tahun terakhir.
Alat Virtual reality
VR atau Virtual Reality (Image Credit: shutterstock)
Saat ini teknologi Virtual reality tidak terbatas untuk game atau menonton film, tetapi  Dunia Kesehatan juga menggunakan Teknologi Virtual reality untuk membantu kesehatan terutama pasien yang memerlukan penanganan khusus.

Virtual Reality Membawa Visi Baru untuk Dunia Kesehatan

VR membawa Visi baru, dalam dunia kesehatan antara lain

1. Membantu Ibu Dalam Persalinan

beberapa Rumah Sakit di Amerika Serikat telah menawarkan VR kepada calon ibu yang akan melalui persalinan atau melahirkan untuk membantu mengurangi rasa sakit mereka.

Melissa Wong, Seorang dokter spesialis kandungan di Cedars-Sinai di Los Angeles, mengatakan dia ingin memastikan penggunaannya didorong oleh data dan tidak hanya mengikuti tren.
Wanita Hamil menggunakan VR untuk melihat janinnya
wanita hamil yang menggunakan VR (Image Credit: Shutterstock)
Dia melakukan penelitian terkontrol plasebo atau metode yang digunakan untuk menguji efektifitas obat atau perawatan medis sebelum dipergunakan secara massal selama 1 tahun di Cedars-Sinai.

Sebuah studi kecil yang diterbitkan pada tahun 2019 menemukan fakta bahwa 57% percaya VR mengurangi rasa sakit mereka, 100% merasa VR mengurangi kecemasan mereka, dan 100% Calon Ibu merekomendasikannya untuk wanita lain yang akan melalui persalinan.

" Saya ragu dan tidak percaya, Saya tidak berfikir itu akan efektif, Tetapi saya terkesan. Satu menit anda akan melihat wanita memegang sisi bedrails sembari menahan sakit, kemudian ketika kita memakaikan headset VR, pada saat kontraksi berikutnya terjadi, mereka terlihat santai, bahkan mereka tertidur. Saya terkejut, itu cukup mengesankan " Ungkap Melissa Wong.

2. Mengurangi Rasa Sakit

Rumah Sakit Nasional anak-anak di Washington, D.C pada tahun 2019 juga telah menggunakan teknologi VR untuk membantu anak-anak yang membutuhkan prosedur khusus di ruang ICU atau Gawat Darurat seperti melepas jahitan, mengluarkan benda asing.

Sebanyak 40 anak-anak termasuk remaja yang berusia 7 - 23 tahun, masing-masing diberi headset VR yang kemudian memilih skenario yang telah disiapkan oleh pihak Rumah Sakit.  Dan untuk Orang Tua dapat memantau langsung interaksi sang anak melalui layar yang telah disiapkan.

Dengan menggunakan Teknologi VR, anak-anak terpaku dan tidak menyadari rasa sakit mereka.
Orang Tua sangat senang dan menyambut hangat perkembangan ini, karena membuat anak-anak tidak takut untuk pergi ke Rumah sakit, dan juga mempercepat prosedur.

3. Bedah Komplek

Ahli Bedah Saraf di Standford Children's Health di Palo Alto, CA. Baru-baru ini menggunakan VR dan model cetak 3D untuk membantu mereka bersiap menghilangkan tumor otak yang mengancam jiwa dari pasien  termuda dan terkecil yang berusia 2 tahun. Sebelum operasi dilakukan, para Ahli Bedah Saraf hanya pernah melakukannya dengan pasien yang semuanya berusia diatas 5 tahun.
ahli bedah mempelajari otak sebelum melakukan operasi
Pembelajaran Otak melalui VR
" Pasien ini sangat kecil, sehingga menjadi pertanyaan. Karena secara teknik bisakah kita benar-benar melakukan operasi ini dengan aman, mengingat pasien masih berusia 2 tahun." Ungkap Gerald Grand, Kepala Bedah Saraf di Stanford Children's Health.

Kemudian para Ahli Bedah menggunakan bantuan Teknologi VR untuk memuat MRI dan CT scan otak anak itu kedalam alat realitas 3D, yang membantu Timnya untuk dapat memetakan dan melatih pendekatan bedah mereka untuk mengangkut sebanyak mungkin tumor dan melindungi struktur kritis. Dan Akhirnya mereka mampu menghilangkan tumor sepenuhnya dari anak malang tersebut.

"Virtual Reality benar-benar telah membuka dimensi yang tidak dapat kami akses sebelumnya, kami dapat berlatih prosedur dan menavigasi melalui otak sehingga kita dapat melihat tumor dalam 3D dan melihat pandangan anatomi yang belum pernah kita lihat sebelumnya. Itu adalah cara yang luar biasa untuk melakukan seluruh operasi di Virtual Reality sebelum benar-benar melakukannya". Ungkap Grant.

4. Pendidikan dan Pengalaman Pasien

Dokter di Stanford Children's Health menggunakan Virtual Reality dalam berbagai cara. Terapi  berbasis gangguan membantu meringankan rasa sakit pasien dan kecemasan selema prosedur medis berlangsung.

Grant mengungkapkan terdapat laboratorium Virtual Reality Khusus dimana para dokter duduk dan penyelaraskan pandangan VR 3D yang sama untuk merencanakan dan mendiskusikan prosedur bersama.

5. Edukasi Medis

" Ketika anda melakukan operasi, anda hanya memberikan satu kesempatan kepada Dokter untuk melakukannya dengan benar. Tetapi dengan adanya Virtual reality, para dokter dapat berlatih dan berlatih sebanyak yang mereka mau menggunakan bantuan VR. Ini sangat membantu dalam belajar " Ungkap Walter Jean, Ahli Bedah Saraf di George Washington University.
Edukasi medis menggunakan VR agar dapat meningkatkan hasil yang baik
Edukasi Medis (Image Credit: Shutterstock)
Penggunaan VR untuk rumah sakit terus mengalami kemajuan dalam 3 tahun terakhir dan terus tumbuh dari hari ke hari.

6. Mengurangi Kecemasan Pasien

Larrimore, seorang pasien kemoterapi menggunakan VR, menyatakan bahwa VR sangat berguna dan pada satu kesempatan Larrimore juga membantu menciptakan pengalaman menggunakann VR bagi pasien lainnya.

Larrimore optimis bahwa alat baru ini dapat membuat perbedaan. "Banyak orang takut datang, dan itu memberi mereka gambaran tentang apa yang akan didapatkannya. Jika anda melihat apa yang akan terjadi setelah menggunaan VR, saya pikir itu akan membuat segalanya menjadi lebih mudah" Ungkapnya.
paasien menggunakan VR untuk membantu penyembuhan kesehatannya
Pasien menggunakan VR (Image Credit: Shutterstock)
Penggunaan Virtual Reality dapat mengurangi bahkan menghilangkan kecemasan pasien terhadap prosedur medis yang sebelumnya dianggap menakutkan dan menyakitkan.