Ketahui Kenapa Vaksin Coronavirus Masih belum ditemukan

Seperti yang sudah kita ketahui wabah coronavirus yang dimulai dari Kota Wuhan, pada tanggal 27 Januari 2020 telah tercatat setidaknya 4000 orang sakit dan 100 meninggal dunia.

Bahkan Thailand dan Hongkong masing-masing telah memberikan 8 laporan yang sudah terkonfirmasi. dan 5 orang Amerika Serikat sudah terdiagnosa Coronavirus. Banyak orang berharap terhadap vaksin coronavirus agar dapat memperlambat penyebaran wabah.


Vaksin Coranavirus Masih Belum Ditemukan

Apakah ada vaksin yang sedang dikembangkan untuk mengatasi coronavirus ?

beberapa organisasi telah memulai mengembangkan vaksin coronavirus, termasuk NATIONAL INSTITUTES OF HEALTH telah mengembangkan virus untuk wabah baru coronavirus yang dikenal para ilmuwan sebagai 2019-nCoV.

para ilmuwan belum lama memulai pengembangannya, tetapi metode pengembangan mereka dapat memberikan dampak yang positif seperti ketika mereka bekerja untuk menemukan virus seperti SARS dan MERS, serta kemajuan yang telah dibuat dalam teknologi vaksin, seperti vaksin asam nukleat, yang merupakan vaksin berbasis DNA dan RNA yang menghasilkan antigen vaksin dalam tubuh Anda sendiri.

Kapan para ilmuwan tahu untuk bekerja membuat vaksin untuk coronavirus ?

Pengembangan vaksin dilakukan ketika virus tersebut menginfeksi manusia dan membuat sejarah baru terkait wabah.

mengingat ini adalah wabah besar ketiga dan juga mengingat tingkat keparahan penyakit yang disebabkan oleh virus-virus ini, kita harus mempertimbangkan investasi dalam pengembangan vaksin yang akan secara luas melindungi virus-virus terbaru

Siapa saja yang terlibat dan sebenarnya kapan kita mendapatkan vaksin coronavirus ?

Pengembangan ini melibatkan designer konstruksi vaksin,contohnya -memproduksi antigen yang tepat, protein penting yang menargetkan kekebalan tubuh, yang diikuti dengan test kepada hewan  untuk menunjukkan bahwa vaksin tersebut melindungi dan aman.

ketika keamanan sudah terjamin, vaksin dapat melangkah ketahap selanjutnya yaitu uji klinik terhadap manusia. jika vaksin memberikan response sesuai harapan dan dinyatakan aman, vaksin tersebut dapat diproduksi massal.

Saat ini,para ilmuwan kekurangan sampel virus untuk menguji vaksin. mereka juga kekurangan antibodi untuk memastikan vaksin dalam kondisi baik. mereka membutuhkan virus untuk menguji apakah respons imun yang diinduksi oleh vaksin berfungsi. Juga, mereka perlu menetapkan hewan apa yang akan diuji vaksinnya. Itu berpotensi termasuk tikus dan primata bukan manusia.

Pengembangan vaksin kemungkinan akan memakan waktu berbulan-bulan dan mungkin bisa lebih lama.

Dapatkah manusia selamat dari wabah coronavirus ?

kita berekspektasi bahwa virus ini akan muncul kembali di masa mendatang dalam kurun waktu yang tidak teratur

untuk mencegah wabah besar seperti coronavirus, kita perlu meningkatkan pengawasan terhadap manusia dan hewan di seluruh dunia serta berpartisipasi terhadap penilaian risiko yang memungkinkan para ilmuwan untuk mengevaluasi ancaman terhadap kesehatan manusia dari virus.

saat ini reaksi global sangat diperlukan untuk investasi pengembangan vaksin baru yang dapat digunakan dengan cepat setiap kali virus baru seperti coronavirus saat ini dan juga virus yang mirip seperti ZIKA, EBOLA.

Saat ini reaksi terhadap terhadap patogen yang muncul sebagian besar reaktif, yang berarti mereka memulai setelah wabah besar terjadi. para ilmuwan membutuhkan pendekatan proaktif yang membantu pendanaan berkelanjutan.

English Version Originally published at the Conversation, Publication Contributed to Live Science's.